Kamis, 30 Mei 2013

CINTA IBARAT GEMPA

Ketika cinta datang..
Ia akan menggetarkan seluruh isi hati ..
Membuat hati tak menentu ..

Namun..
Ketika cinta itu lenyap ..
Yang kan tersisa ..
Hanyalah deraian air mata ..
Dan puing” cinta yang hancur berkeping-keping ..

Cinta..
Ajarkan aku Keihlasan..
Ajarkan aku bagaimana Menerima..
Dan ajarikan aku tentang kelapangan dada..

Jika dia menjadi milikku..
dan jika ia pergi dariku..
Izinkan aku mampu menahan diriku..
tidak ataupun lebih dari sekarang..


Ketika cinta memanggilmu maka dekatilah dia walau jalannya terjal berliku, jika cinta memelukmu maka dakaplah ia walau pedang di sela-sela sayapnya melukaimu.

Cinta tidak menyedari kedalamannya dan terasa pada saat perpisahan pun tiba. Dan saat tangan laki-laki menyentuh tangan seorang perempuan mereka berdua telah menyentuh hati keabadian.

 Aku tak ingin dirimu yang sempurna
aku ingin dirimu yang sederhana
yang dapat membuat kumerasa bahagia
dan membuatku merasa berarti

dimataku kamu istimewa
kurasa dirimu sungguh berarti
apa yang ada didirimu
dan apa yang ada dihatimu
karena sikapmu
karena cintamu
karena sayangmu
selalu menguatkan aku
terimakasih untuk semua yang telah kamu beri
karenamu, kini selalu kusambut pagiku dengan senyuman

-=|[◦♡◦ ‘‘DALAM KEALPAAN SABAR BISA TERLUPAKAN’’ ◦♡◦]|=-

Bagi sebagaian besar orang, sakit adalah musibah. Namun, bagi seseorang yang mengerti tentang arti sakit, itu berarti sebuah cobaan. Ingatlah, sebuah ayat menyebutkan bahwa Allah SWT tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan hamba-Nya. Meski secara langsung Allah SWT telah mengingatkan, tetapi masih banyak orang yang tak paham akan arti satu cobaan yang diberikan.

"Ingatlah, sebuah ayat menyebutkan bahwa Allah SWT tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan hamba-Nya...!!!"

Sore itu, rumah Wak Ali ramai. Bedanya, ramai yang tampak di depan rumahnya adalah tanda sebuah keramaian yang cukup menegangkan. Sebuah berita mengejutkan datang, Wak Ali jatuh dan stroke. Mengerti akan bahaya pembunuh nomor satu di dunia tersebut, Wak Imah bergegas membawa suaminya ke klinik terdekat. Dibantu dengan sanak keluarga, Wak Imah mengantarkan Wak Ali menuju klinik kesehatan yang terletak di ujung desa.

Singkat cerita, dari klinik desa diinformasikan bahwa Wak Ali harus dirujuk dan diopname ke rumah sakit kota. Wak Imah dan kerabat pun membantunya. Maklum, kebiasaan warga desa memang demikian. Toleransi dan rasa saling tolong menolongnya cukup tinggi. Terlebih, Wak Ali adalah seorang pemuka agama, bisa dipastikan banyak orang yang segan dengannya.

Ini sudah tahun ketiga Wak Ali dirawat di rumah dengan penyakit komplikasi. Sejak kepulangannya dari rumah sakit tiga tahun lalu, Wak Ali dinyatakan menderita beragam penyakit. Diabetes, kanker paru², stroke, dan asam urat.

Dalam kurun waktu itulah Wak Imah tetap setia di samping Wak Ali. Ia pernah berujar, "Aku sudah renta. Tetapi aku masih sehat. Jika aku meninggalkan suamiku dalam keadaan sakit, aku akan mendapatkan apa nanti di akhirat...???"

Benar, Wak Imah mengajarkan arti kesetiaan pada pasangan meski telah renta dan sakit. Hingga saat itu tiba, Wak Imah tak lagi hanya mengajarkan arti kesetiaan, tapi juga kesabaran.

Berulang kali Wak Ali mengerang kesakitan. Berulang kali pula Wak Imah harus menyabar²kan hatinya melayani suaminya. Jika boleh durhaka, Wak Imah akan meninggalkan Wak Ali dan menikah dengan seorang renta lain. Lalu hidup bahagia. Jika boleh durhaka, Wak Imah akan balas membentak Wak Ali yang mulai rewel untuk makan bahkan sholat. Namun ia selalu ingat akan pelajaran yang diajarkan suaminya dulu.

"Dalam sakit, kesabaran seseorang itu tengah diuji. Jika sabar, maka itu adalah tanda bahwa Allah SWT akan memberikan derajat yang lebih tinggi padamu...!!!"

Berbicara memang mudah, namun melakukannya adalah hal yang sulit. Wak Ali siang itu marah, melempar gelas tepat mengenai wajah Wak Imah. Darah mengucur dari pelipis bercampur dengan isakan Wak Imah.

Bukannya membalas, Wak Imah justru merangkul Wak Ali dengan penuh kasih. Menangis di telapak kaki sang suami, memohon ampun jika selama ini ia kurang sabar dalam merawat.

"Maafkan aku, Bah. Aku belum sabar dan pandai merawatmu. Aku memang tak tahu rasa sakit yang kau derita. Tapi, semampuku inilah aku membantumu. Maaf jika hanya sebatas ini kemampuanku...!!!"

Mendengar penuturan sang istri, Wak Ali pun menangis, berusaha memeluk sang istri. Tak pernah dibayangkan hal tersebut dilakukan pada sang istri yang telah sabar merawatnya.

***
Manusia adalah tempat salah dan lupa. Terlebih saat mendapatkan cobaan, tak sedikit dari mereka yang justru mengeluh, mencaci, bahkan mengutuk Allah SWT. Padahal, pintu menuju kelas berikutnya tengah disiapkan untuknya. Namun, kealpaan sering membuat orang yang semula sabar menjadi berlaku sebaliknya. Sahabat, kesabaran itu tak terbatas. Ingatlah, Allah SWT akan selalu bersama Kita jika kita selalu bersabar dalam banyak hal.

◦♡◦ ‘‘ѕαĻαм мαηιѕ вυαт γαηφ вαςα’’ ◦♡◦

DALAM DIAM… AKU MENCINTAIMU

Tanpa ku sadari, engkau hadir dalam hatiku…. 
Tak banyak yg ingin ku ungkapkn….
Hanya itu. Mugkin ini salah, krn trlalu cepat ku mencintaimu smntara aq tak mengenalmu…. 
Ku hanya ingin memberimu cinta namun tak ada wadah yg kau berikan….
Engkau diam, aq pun diam… 
Tak ada isyarat yg meyakinkn ku… 
Dan kini aku lemah dlm jebakan cintamu.
Aku takut ketika ku sendiri. 
Namun ketakutn ku smkin menjadi2 ktka engkau hadir di hatiku…. Karna kini aq meragu…

 Cinta pergi bersama seorang yang ku kasihi
berjalan 2 arah
tak dapat merubah sesuatu
hatiku tetap merindu

Aku tak dapat pergi
apa bisa cinta yang kembali
karena aku merasa sendiri

Hanya 1 yg ku tahu
pergi kemana cinta itu pergi
membuntuti hingga menanti
karena hatiku membutuhkan cinta


 Aku sedih dengan ukiran yang indah memuja akan dunia
Luka yang memahat
Luka yang begitu menusuk
Luka yang menghunjam jantungku
Tpai tidak ada yang tahu bahwa aku kecewa dalam cerita

Sampai untuk berpikir tentang cinta
Dengan hati bukan mata rasakan cinta
Untuk kehilangan akal sehat
Dan untuk membuat aku tenggelam

Tenggelam dalam kesedihan
Tenggelam dalam kepedihan dan kehancuran
Dengan semua janji-janji busukmu
Dengan semua janji-janji palsumu
Membuat sayap ini patah dan mati

Aku menangis meratapi takdir
Merasakan seakan dunia ini tak berarti lagi
Dan kini hanya kesedihan, kekecewaan yang menemaniku
Cinta ini sungguh aku tidak mengerti

Kisah inspiratif Cinta Bagaikan ''PENSIL & PENGHAPUS''

Kisah inspiratif ''PENSIL & PENGHAPUS'' 

PENSIL : “Maafkan aku Penghapus…”
PENGHAPUS : “Maafkan aku??? Untuk
apa Pensil? Kamu tidak melakukan
kesalahan apa pun kepadaku.” 

PENSIL : “Aku minta maaf karena aku
telah membuatmu terluka. Setiap kali
aku melakukan kesalahan, kamu selalu berada
di sana untuk menghapusnya. Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan
sebagian dari dirimu. Kamu akan
menjadi semakin kecil dan kecil setiap
saat ” 
PENGHAPUS : “Hal itu memang benar…
Namun aku sama sekali tidak merasa
keberatan. Kau lihat, aku memang
tercipta untuk melakukan hal itu. Diriku tercipta untuk selalu membantu
mengoreksimu setiap kamu melakukan kesalahan. 
Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan
mengganti diriku dengan yang baru.
Aku sungguh bahagia
dengan peranku. Jadi tolonglah, kau
tak perlu khawatir. Aku tidak suka melihat dirimu bersedih.” 

Penghapus → Orang Tua kita
Si Pensil → diri kita sendiri

Orang Tua akan selalu ada untuk anak anaknya, guna memperbaiki kesalahan
anak anaknya. 

Namun, seiring berjalannya waktu,
Orang Tua akan terluka dan akan
menjadi semakin kecil (baca:
bertambah tua, sakit sakitan
dan akhirnya meninggal). 

Walaupun anak anak mereka pada
akhirnya akan menemukan seseorang yang baru (Suami atau Istri), namun
Papa dan Mama akan selalu tetap merasa bahagia
atas apa yang mereka lakukan terhadap anak anaknya dan akan
selalu merasa tidak
sukabila melihat buah hati tercinta
mereka merasa khawatir atau pun
bersedih.



Cinta pergi bersama seorang yang ku kasihi
berjalan 2 arah
tak dapat merubah sesuatu
hatiku tetap merindu

Aku tak dapat pergi
apa bisa cinta yang kembali
karena aku merasa sendiri

Hanya 1 yg ku tahu
pergi kemana cinta itu pergi
membuntuti hingga menanti
karena hatiku membutuhkan cinta